Sudah cukup lama tak kukunjungi blog itu…
Alhamdulillah, begitu banyak yang berubah
Seperti diisi oleh dua hati…
Sudah cukup lama tak terdengar "suara" itu…
Alhamdulillah, usai ada mesej sore tadi (ketika paket diterima)
Kembali hatiku bergairah
Aku tahu hatinya boleh sangat dingin beku…
Aku tahu dia boleh marah dalam diam mencekam…
Tapi tak mungkin tanpa terusik walau barang sedikit
Jika tahu aku sama sekali tak memendam kesumat
Aku juga tak percaya…
Dia pasti juga akan ketawa, suatu masa…
Sudah cukup lama…
So… kenapa tidak ha.. ha.. ha..
(pasti aku boleh menunggu…)
Wednesday, February 18, 2009
Monday, February 9, 2009
Berbuat Baiklah Kepada Manusia, maka Allah akan Baik Kepadamu
Muamalah (hubungan) Allah Terhadapmu Sesuai Dengan Muamalahmu Terhadap Hamba-Nya
Di dalam sebuah Hadits, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya Allah ta'ala hanya merahmati hamba-hambaNya yang pengasih." (HR. Bukhari).
Bukankah perbuatan baik akan dibalas dengan kebaikan?, barang siapa yang mengasihi makhluk, maka ia akan dikasihi al-Kholiq (pencipta), Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Orang yang pengasih akan di kasihi Dzat yang Maha Pengasih, kasihilah yang di bumi, maka yang di langit akan mengasihimu." (HR. Tirmidzi).
Balasan suatu perbuatan sesuai dengan perbuatan tersebut.
Allah ta'ala bermuamalah dengan hamba sesuai muamalah hamba terhadap sesamanya, maka bermuamalah-lah dengan hamba Allah ta'ala dengan muamalah yang mana engkau mengharapkan Allah ta'ala bermuamalah seperti itu terhadapmu.
Allah ta'ala berfirman: "Dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni mereka maka sesungguhnya Allah ta'ala Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. at-Taghobun: 14). firman Allah ta'ala: "Dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada, apakah kamu tidak ingin jika Allah ta'ala mengampunimu." (QS. an-Nuur: 22).
Hendaklah engkau senantiasa meringankan beban orang lain supaya Allah ta'ala meringankan bebanmu.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barang siapa yang menolong kesusahan orang muslim, maka Allah ta'ala akan menolongnya dari kesusahan pada hari kiamat." (HR. Bukhari).
Beliau juga bersabda: "Barang siapa yang menyelamatkan orang dari kesusahan, maka Allah ta'ala akan menyelamatkannya dari kesusahan pada hari kiamat." (HR. Ahmad).
Tolonglah orang yang membutuhkan pertolongan, maka kamu akan ditolong Allah ta'ala.
Rasulullah ta'ala bersabda: "Allah ta'ala menolong seorang hamba selagi hamba tersebut menolong sesamanya."
Beliau juga bersabda: "Barang siapa menolong saudaranya yang membutuhkan maka Allah ta'ala akan menolongnya." (HR. Muslim).
Jadilah engkau orang yang mempermudah kesulitan orang lain.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barang siapa yang mempermudah kesulitan orang lain, maka Allah ta'ala akan mempermudah urusannya di dunia dan akhirat." (HR. Muslim).
Beliau juga bersabda: "Terdapat pada umat sebelummu seorang pedagang yang sering memberi pinjaman kepada orang lain, jika dia melihat si peminjam dalam kesulitan dia berkata kepada anak-anaknya: 'Maafkan dia (jangan ditagih hutangnya)mudah-mudahan Allah ta'ala mengampuni kita', maka Allah ta'ala pun mengampuninya." (HR. Bukhari).
Berlemah-lembutlah terhadap hamba Allah ta'ala maka kamu akan termasuk orang yang didoakan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.
"YaAllah, barang siapa yang berlemah-lembut terhadap umatku maka berlemah-lembutlah terhadapnya, dan barang siapa yang mempersulit umatku maka persulitlah ia." (HR. Ahmad).
Beliau juga bersabda: "Sesungguhnya Allah ta'ala adalah Dzat yang maha lemah lembut mencintai kelembutan dan memberi pada kelembutan suatu kebaikan yang tidak pernah diberikan pada kekerasan." (HR. Muslim).
Beliau juga bersabda: "Barang siapa yang tidak memiliki kelembutan maka ia kehilangan suatu kebaikan." (HR. Muslim).
Tutupilah kejelekan (aib) orang lain maka Allah ta'ala akan menutupi kejelekan (aib) mu.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barang siapa yang menutupi kejelekan (aib) seorang muslim maka Allah ta'ala akan menutupi kejelekan (aib) nya." (HR. Muslim).
Beliau juga bersabda: "Barang siapa yang menutupi aurat (aib) saudaranya (muslim) maka Allah ta'ala akan menutupi aurat (aib) nya pada hari kiamat." (HR. Ibnu Majah).
Pandanglah sedikit kesalahan saudaramu, maka Allah ta'ala akan memandang sedikit pula kesalahan mu.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barang siapa yang memandang sedikit kesalahan seorang muslim maka Allah ta'ala akan memandang sedikit kesalahannya." (HR. Abu Dawud).
Berilah makan faqir miskin, maka Allah ta'ala akan memberimu makan pula.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Siapa saja di antara orang mukmin yang memberi makan mukmin yang lapar, maka Allah ta'ala akan memberinya makan dari buah-buahan Surga." (HR. Tirmidzi).
Berilah minum orang yang kehausan, maka Allah ta'ala akan memberimu minum pula.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Siapa saja di antara orang mukmin yang memberi minum mukmin lainnya yang kehausan, maka Allah ta'ala akan memberinya minum pada hari kiamat dari khamar murni yang dilak (tempatnya)." (HR. Tirmidzi).
Berilah pakaian kepada kaum muslimin maka Allah ta'ala akan memberimu pakaian.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Siapa saja di antara orang mukmin yang memberi pakaian orang yang telanjang maka Allah ta'ala akan memberinya pakaian hijau dari surga." (HR. Tirmidzi).
Muamalah(hubungan) Allah ta'ala terhadapmu sebagaimana hubunganmu terhadap hamba-Nya, maka pilihlah muamalah yang kau sukai yang mana Allah ta'ala akan me-muamalahimu dengannya, dan pergaulilah hamba-hamba-Nya dengan(pilihanmu) itu maka kamu akan mendapat ganjarannya.
Jauhilah menyakiti sesama (Jika kamu melakukannya) maka Allah ta'ala akan menyiksamu.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya Allah ta'ala akan menyiksa orang-orang yang menyakiti manusia." (HR. Muslim).
Allah shallallahu 'alaihi wa sallam berfirman: "Dan(ingatlah) ketika kami selamatkan kamu dari (Fir'aun) dan pengikut-pengikutnya mereka menimpa kepadamu siksaan yang seberat-beratnya." (QS. al-Baqarah: 49).
"Dan pada hari terjadinya kiamat dikatakan kepada malaikat, 'masukkanlah Fir'aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat pedih." (QS. Ghofir: 46).
Janganlah menyusahkan hamba-hamba Allah ta'ala (Jika kamu melakukannya), maka engkau akan terkena doa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam: "YaAllah, barang siapa yang mengurus perkara umatku lalu mempersulit mereka maka persulitlah dia dan barang siapa yang mempermudah mereka maka permudahkanlah dia." (HR. Muslim).
Janganlah engkau mencari-cari kesalahan kaum muslimin.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa yang senantiasa mencari kesalahan seorang muslim, maka Allah ta'ala akan senantiasa mencari kesalahannya pula, sehingga akan terbuka kesalahannya meskipun (tersembunyi) di dalam mulut unta (kendaraan)nya." (HR. Tirmidzi).
Beliau juga bersabda: "Barang siapa yang membuka aib saudaranya maka Allah ta'ala akan membuka aibnya sampai diperlihatkan kepada keluarganya." (HR. Ibnu Majah).
Janganlah engkau berhati batu (tidak punya belas kasihan).
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barang siapa yang tidak menaruh belas kasihan terhadap sesamanya, maka Allah ta'ala tidak akan mengasihinya." (HR. Muslim).
Beliau juga bersabda: "Tidaklah dicabut rasa belas kasihan itu kecuali dari hati orang-orang yang celaka." (HR. Tirmidzi).
Apapun muamalah yang engkau suguhkan terhadap manusia, maka kamu akan mendapatkan balasan yang sama di sisi Allah ta'ala.
Ibnul Qoyyim berkata: "Sesungguhnya Allah ta'ala adalah Dzat yang Maha mulia, mencintai yang mulia dari hamba-hamba-Nya. Dia adalah Dzat yang Maha Mengetahui, mencintai orang-orang yang berilmu. Dia adalah Dzat yang Maha Kuasa, mencintai yang gagah berani. Dia adalah Dzat yang Maha Indah, mencintai keindahan. Dia adalah Dzat yang Maha Pengasih, mencintai orang yang pengasih. Dia adalah Dzat yang Maha Menutupi, mencintai orang yang menutupi aib hamba-hamba-Nya. Maha Pemaaf, mencintai yang memaafkan hamba-hamba-Nya. Maha Pengampun, mencintai yang suka mengampuni hamba-Nya. Maha lemah lembut, mencintai yang lemah lembut dari hamba-hamba-Nya serta membenci yang keras perangainya. Dia adalah Dzat yang Maha Penyantun, mencintai sifat penyantun. Dzat yang Melimpahkan kebaikan, mencintai perbuatan baik serta pelakunya. Dzat yang Maha Adil, mencintai keadilan. Dzat yang Menerima uzur, mencintai orang yang menerima uzur hamba-hamba-Nya. membalas hamba sesuai dengan ada atau tidak adanya sifat-sifat tersebut pada diri seorang hamba...maka (sesungguhnya) muamalah Allah ta'ala terhadap hambanya sesuai dengan muamalah hamba terhadap sesamanya... berbuatlah semaumu maka Allah ta'ala akan membalasmu sesuai dengan perbuatanmu terhadap-Nya dan terhadap hamba-hamba-Nya.
Maka hendaklah engkau senantiasa memberikan manfaat kepada hamba-hamba Allah ta'ala.
Sebagaimana yang telah disabdakan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam: "Barang siapa yang mampu memberikan kemanfaatan kepada saudaranya hendaklah ia lakukan." (HR. Muslim).
Berbuat baiklah terhadap mereka, karena sesungguhnya Allah ta'ala mencintai hamba yang berbuat baik.
Jadilah engkau orang yang senantiasa mempermudah urusan hamba Allah ta'ala serta berlemah-lembut terhadap mereka.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Diharamkan masuk Neraka setiap orang yang pemudah, lemah lembut, dekat dengan manusia." (HR. Ahmad).
Maafkanlah mereka, mudah-mudahan Allah ta'ala mengampuni dosa-dosamu, sesungguhnya Allah ta'ala tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik.
Di dalam sebuah Hadits, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya Allah ta'ala hanya merahmati hamba-hambaNya yang pengasih." (HR. Bukhari).
Bukankah perbuatan baik akan dibalas dengan kebaikan?, barang siapa yang mengasihi makhluk, maka ia akan dikasihi al-Kholiq (pencipta), Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Orang yang pengasih akan di kasihi Dzat yang Maha Pengasih, kasihilah yang di bumi, maka yang di langit akan mengasihimu." (HR. Tirmidzi).
Balasan suatu perbuatan sesuai dengan perbuatan tersebut.
Allah ta'ala bermuamalah dengan hamba sesuai muamalah hamba terhadap sesamanya, maka bermuamalah-lah dengan hamba Allah ta'ala dengan muamalah yang mana engkau mengharapkan Allah ta'ala bermuamalah seperti itu terhadapmu.
Allah ta'ala berfirman: "Dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni mereka maka sesungguhnya Allah ta'ala Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. at-Taghobun: 14). firman Allah ta'ala: "Dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada, apakah kamu tidak ingin jika Allah ta'ala mengampunimu." (QS. an-Nuur: 22).
Hendaklah engkau senantiasa meringankan beban orang lain supaya Allah ta'ala meringankan bebanmu.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barang siapa yang menolong kesusahan orang muslim, maka Allah ta'ala akan menolongnya dari kesusahan pada hari kiamat." (HR. Bukhari).
Beliau juga bersabda: "Barang siapa yang menyelamatkan orang dari kesusahan, maka Allah ta'ala akan menyelamatkannya dari kesusahan pada hari kiamat." (HR. Ahmad).
Tolonglah orang yang membutuhkan pertolongan, maka kamu akan ditolong Allah ta'ala.
Rasulullah ta'ala bersabda: "Allah ta'ala menolong seorang hamba selagi hamba tersebut menolong sesamanya."
Beliau juga bersabda: "Barang siapa menolong saudaranya yang membutuhkan maka Allah ta'ala akan menolongnya." (HR. Muslim).
Jadilah engkau orang yang mempermudah kesulitan orang lain.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barang siapa yang mempermudah kesulitan orang lain, maka Allah ta'ala akan mempermudah urusannya di dunia dan akhirat." (HR. Muslim).
Beliau juga bersabda: "Terdapat pada umat sebelummu seorang pedagang yang sering memberi pinjaman kepada orang lain, jika dia melihat si peminjam dalam kesulitan dia berkata kepada anak-anaknya: 'Maafkan dia (jangan ditagih hutangnya)mudah-mudahan Allah ta'ala mengampuni kita', maka Allah ta'ala pun mengampuninya." (HR. Bukhari).
Berlemah-lembutlah terhadap hamba Allah ta'ala maka kamu akan termasuk orang yang didoakan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.
"YaAllah, barang siapa yang berlemah-lembut terhadap umatku maka berlemah-lembutlah terhadapnya, dan barang siapa yang mempersulit umatku maka persulitlah ia." (HR. Ahmad).
Beliau juga bersabda: "Sesungguhnya Allah ta'ala adalah Dzat yang maha lemah lembut mencintai kelembutan dan memberi pada kelembutan suatu kebaikan yang tidak pernah diberikan pada kekerasan." (HR. Muslim).
Beliau juga bersabda: "Barang siapa yang tidak memiliki kelembutan maka ia kehilangan suatu kebaikan." (HR. Muslim).
Tutupilah kejelekan (aib) orang lain maka Allah ta'ala akan menutupi kejelekan (aib) mu.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barang siapa yang menutupi kejelekan (aib) seorang muslim maka Allah ta'ala akan menutupi kejelekan (aib) nya." (HR. Muslim).
Beliau juga bersabda: "Barang siapa yang menutupi aurat (aib) saudaranya (muslim) maka Allah ta'ala akan menutupi aurat (aib) nya pada hari kiamat." (HR. Ibnu Majah).
Pandanglah sedikit kesalahan saudaramu, maka Allah ta'ala akan memandang sedikit pula kesalahan mu.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barang siapa yang memandang sedikit kesalahan seorang muslim maka Allah ta'ala akan memandang sedikit kesalahannya." (HR. Abu Dawud).
Berilah makan faqir miskin, maka Allah ta'ala akan memberimu makan pula.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Siapa saja di antara orang mukmin yang memberi makan mukmin yang lapar, maka Allah ta'ala akan memberinya makan dari buah-buahan Surga." (HR. Tirmidzi).
Berilah minum orang yang kehausan, maka Allah ta'ala akan memberimu minum pula.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Siapa saja di antara orang mukmin yang memberi minum mukmin lainnya yang kehausan, maka Allah ta'ala akan memberinya minum pada hari kiamat dari khamar murni yang dilak (tempatnya)." (HR. Tirmidzi).
Berilah pakaian kepada kaum muslimin maka Allah ta'ala akan memberimu pakaian.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Siapa saja di antara orang mukmin yang memberi pakaian orang yang telanjang maka Allah ta'ala akan memberinya pakaian hijau dari surga." (HR. Tirmidzi).
Muamalah(hubungan) Allah ta'ala terhadapmu sebagaimana hubunganmu terhadap hamba-Nya, maka pilihlah muamalah yang kau sukai yang mana Allah ta'ala akan me-muamalahimu dengannya, dan pergaulilah hamba-hamba-Nya dengan(pilihanmu) itu maka kamu akan mendapat ganjarannya.
Jauhilah menyakiti sesama (Jika kamu melakukannya) maka Allah ta'ala akan menyiksamu.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya Allah ta'ala akan menyiksa orang-orang yang menyakiti manusia." (HR. Muslim).
Allah shallallahu 'alaihi wa sallam berfirman: "Dan(ingatlah) ketika kami selamatkan kamu dari (Fir'aun) dan pengikut-pengikutnya mereka menimpa kepadamu siksaan yang seberat-beratnya." (QS. al-Baqarah: 49).
"Dan pada hari terjadinya kiamat dikatakan kepada malaikat, 'masukkanlah Fir'aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat pedih." (QS. Ghofir: 46).
Janganlah menyusahkan hamba-hamba Allah ta'ala (Jika kamu melakukannya), maka engkau akan terkena doa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam: "YaAllah, barang siapa yang mengurus perkara umatku lalu mempersulit mereka maka persulitlah dia dan barang siapa yang mempermudah mereka maka permudahkanlah dia." (HR. Muslim).
Janganlah engkau mencari-cari kesalahan kaum muslimin.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa yang senantiasa mencari kesalahan seorang muslim, maka Allah ta'ala akan senantiasa mencari kesalahannya pula, sehingga akan terbuka kesalahannya meskipun (tersembunyi) di dalam mulut unta (kendaraan)nya." (HR. Tirmidzi).
Beliau juga bersabda: "Barang siapa yang membuka aib saudaranya maka Allah ta'ala akan membuka aibnya sampai diperlihatkan kepada keluarganya." (HR. Ibnu Majah).
Janganlah engkau berhati batu (tidak punya belas kasihan).
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barang siapa yang tidak menaruh belas kasihan terhadap sesamanya, maka Allah ta'ala tidak akan mengasihinya." (HR. Muslim).
Beliau juga bersabda: "Tidaklah dicabut rasa belas kasihan itu kecuali dari hati orang-orang yang celaka." (HR. Tirmidzi).
Apapun muamalah yang engkau suguhkan terhadap manusia, maka kamu akan mendapatkan balasan yang sama di sisi Allah ta'ala.
Ibnul Qoyyim berkata: "Sesungguhnya Allah ta'ala adalah Dzat yang Maha mulia, mencintai yang mulia dari hamba-hamba-Nya. Dia adalah Dzat yang Maha Mengetahui, mencintai orang-orang yang berilmu. Dia adalah Dzat yang Maha Kuasa, mencintai yang gagah berani. Dia adalah Dzat yang Maha Indah, mencintai keindahan. Dia adalah Dzat yang Maha Pengasih, mencintai orang yang pengasih. Dia adalah Dzat yang Maha Menutupi, mencintai orang yang menutupi aib hamba-hamba-Nya. Maha Pemaaf, mencintai yang memaafkan hamba-hamba-Nya. Maha Pengampun, mencintai yang suka mengampuni hamba-Nya. Maha lemah lembut, mencintai yang lemah lembut dari hamba-hamba-Nya serta membenci yang keras perangainya. Dia adalah Dzat yang Maha Penyantun, mencintai sifat penyantun. Dzat yang Melimpahkan kebaikan, mencintai perbuatan baik serta pelakunya. Dzat yang Maha Adil, mencintai keadilan. Dzat yang Menerima uzur, mencintai orang yang menerima uzur hamba-hamba-Nya. membalas hamba sesuai dengan ada atau tidak adanya sifat-sifat tersebut pada diri seorang hamba...maka (sesungguhnya) muamalah Allah ta'ala terhadap hambanya sesuai dengan muamalah hamba terhadap sesamanya... berbuatlah semaumu maka Allah ta'ala akan membalasmu sesuai dengan perbuatanmu terhadap-Nya dan terhadap hamba-hamba-Nya.
Maka hendaklah engkau senantiasa memberikan manfaat kepada hamba-hamba Allah ta'ala.
Sebagaimana yang telah disabdakan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam: "Barang siapa yang mampu memberikan kemanfaatan kepada saudaranya hendaklah ia lakukan." (HR. Muslim).
Berbuat baiklah terhadap mereka, karena sesungguhnya Allah ta'ala mencintai hamba yang berbuat baik.
Jadilah engkau orang yang senantiasa mempermudah urusan hamba Allah ta'ala serta berlemah-lembut terhadap mereka.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Diharamkan masuk Neraka setiap orang yang pemudah, lemah lembut, dekat dengan manusia." (HR. Ahmad).
Maafkanlah mereka, mudah-mudahan Allah ta'ala mengampuni dosa-dosamu, sesungguhnya Allah ta'ala tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik.
Doa Penawar Hati Yang Duka
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ عَبْدُكَ، ابْنُ عَبْدِكَ، ابْنُ أَمَتِكَ، نَاصِيَتِيْ بِيَدِكَ، مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ، عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ، أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ، سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ، أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِيْ كِتَابِكَ، أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ، أَوِ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِيْ عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ، أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيْعَ قَلْبِيْ، وَنُوْرَ صَدْرِيْ، وَجَلاَءَ حُزْنِيْ، وَذَهَابَ هَمِّيْ.
"Ya Allah! Sesungguhnya aku ada-lah hambaMu, anak hambaMu (Adam) dan anak hamba perempuanMu (Hawa). Ubun-ubunku di tanganMu, keputusan-Mu berlaku padaku, qadhaMu kepadaku adalah adil. Aku mohon kepadaMu dengan setiap nama (baik) yang telah Engkau gunakan untuk diriMu, yang Engkau turunkan dalam kitabMu, Eng-kau ajarkan kepada seseorang dari makhlukMu atau yang Engkau khusus-kan untuk diriMu dalam ilmu ghaib di sisiMu, hendaknya Engkau jadikan Al-Qur'an sebagai penenteram hatiku, cahaya di dadaku, pelenyap duka dan kesedihanku." (HR. Ahmad 1/391. Menurut pendapat Al-Albani, hadits tersebut adalah sahih.)
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحُزْنِ، وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَالْبُخْلِ وَالْجُبْنِ، وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ.
"Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari (hal yang) menyedihkan dan menyusahkan, lemah dan malas, bakhil dan penakut, lilitan hutang dan penindasan orang." (HR. Ahmad 1/391. Menurut pendapat Al-Albani, hadits tersebut adalah sahih.)
"Ya Allah! Sesungguhnya aku ada-lah hambaMu, anak hambaMu (Adam) dan anak hamba perempuanMu (Hawa). Ubun-ubunku di tanganMu, keputusan-Mu berlaku padaku, qadhaMu kepadaku adalah adil. Aku mohon kepadaMu dengan setiap nama (baik) yang telah Engkau gunakan untuk diriMu, yang Engkau turunkan dalam kitabMu, Eng-kau ajarkan kepada seseorang dari makhlukMu atau yang Engkau khusus-kan untuk diriMu dalam ilmu ghaib di sisiMu, hendaknya Engkau jadikan Al-Qur'an sebagai penenteram hatiku, cahaya di dadaku, pelenyap duka dan kesedihanku." (HR. Ahmad 1/391. Menurut pendapat Al-Albani, hadits tersebut adalah sahih.)
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحُزْنِ، وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَالْبُخْلِ وَالْجُبْنِ، وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ.
"Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari (hal yang) menyedihkan dan menyusahkan, lemah dan malas, bakhil dan penakut, lilitan hutang dan penindasan orang." (HR. Ahmad 1/391. Menurut pendapat Al-Albani, hadits tersebut adalah sahih.)
Sunday, February 8, 2009
Nasihat Imam Syafie "tips mencari sahabat"
TEMAN ketawa memang mudah dicari, tetapi teman menangis tiada siapa yang sudi.
Memang benar sukar mencari erti persahabatan sejati. Hanya mereka yang benar-benar bersahabat dengan hati tulus dan ikhlas dapat mencari erti persahabatan tulen.
Dalam hal ini, Imam al-Syafie ada memberikan nasihat dalam soal persahabatan.
"Aku mencintai sahabatku dengan segenap jiwa ragaku, seakan-akan aku mencintai sanak saudaraku."
Sahabat yang baik adalah yang sering sejalan denganku dan yang menjaga nama baikku ketika aku hidup atau selepas aku mati.
Aku selalu berharap mendapatkan sahabat sejati yang tidak luntur baik dalam keadaan suka atau duka. Jika itu aku dapatkan, aku berjanji akan selalu setia padanya.
Kuhulurkan tangan kepada sahabatku untuk berkenalan kerana aku akan berasa senang. Semakin ramai aku peroleh sahabat, aku semakin percayadiri.
Mencari sahabat pada waktu susah.
Belum pernah kutemukan di dunia ini seorang sahabat yang setia dalam duka. Pada hal hidupku sentiasa berputar-putar antara suka dan duka.
Jika suka melanda, aku sering bertanya: "Siapakah yang sudi menjadi sahabatku?"
Pada waktu aku senang, sudah biasa ramai yang akan iri hati, namun apabila giliran aku susah mereka pun bertepuk tangan.
Pasang surut persahabatan.
Aku dapat bergaul secara bebas dengan orang lain ketika nasibku sedang baik.
Namun, ketika musibah menimpaku, kudapati mereka tidak ubahnya roda zaman yang tidak mahu bersahabat dengan keadaan.
Jika aku menjauhkan diri daripada mereka, mereka mencemuh dan jika aku sakit, tidak seorang pun yang menjengukku.
Jika hidupku berlumur kebahagiaan, banyak orang iri hati, jika hidupku berselimut derita mereka bersorak sorai.
Mengasingkan diri lebih baik daripada bergaul dengan orang jahat.
Apabila tidak ketemui sahabat yang bertakwa, lebih baik aku hidup menyendiri daripada aku harus bergaul dengan orang jahat.
Memang benar sukar mencari erti persahabatan sejati. Hanya mereka yang benar-benar bersahabat dengan hati tulus dan ikhlas dapat mencari erti persahabatan tulen.
Dalam hal ini, Imam al-Syafie ada memberikan nasihat dalam soal persahabatan.
"Aku mencintai sahabatku dengan segenap jiwa ragaku, seakan-akan aku mencintai sanak saudaraku."
Sahabat yang baik adalah yang sering sejalan denganku dan yang menjaga nama baikku ketika aku hidup atau selepas aku mati.
Aku selalu berharap mendapatkan sahabat sejati yang tidak luntur baik dalam keadaan suka atau duka. Jika itu aku dapatkan, aku berjanji akan selalu setia padanya.
Kuhulurkan tangan kepada sahabatku untuk berkenalan kerana aku akan berasa senang. Semakin ramai aku peroleh sahabat, aku semakin percayadiri.
Mencari sahabat pada waktu susah.
Belum pernah kutemukan di dunia ini seorang sahabat yang setia dalam duka. Pada hal hidupku sentiasa berputar-putar antara suka dan duka.
Jika suka melanda, aku sering bertanya: "Siapakah yang sudi menjadi sahabatku?"
Pada waktu aku senang, sudah biasa ramai yang akan iri hati, namun apabila giliran aku susah mereka pun bertepuk tangan.
Pasang surut persahabatan.
Aku dapat bergaul secara bebas dengan orang lain ketika nasibku sedang baik.
Namun, ketika musibah menimpaku, kudapati mereka tidak ubahnya roda zaman yang tidak mahu bersahabat dengan keadaan.
Jika aku menjauhkan diri daripada mereka, mereka mencemuh dan jika aku sakit, tidak seorang pun yang menjengukku.
Jika hidupku berlumur kebahagiaan, banyak orang iri hati, jika hidupku berselimut derita mereka bersorak sorai.
Mengasingkan diri lebih baik daripada bergaul dengan orang jahat.
Apabila tidak ketemui sahabat yang bertakwa, lebih baik aku hidup menyendiri daripada aku harus bergaul dengan orang jahat.
Subscribe to:
Comments (Atom)
